Kasatlantas Batang Marah ke Ibu-ibu Penjarah!

Kasatlantas Batang Marah ke Ibu-ibu Penjarah!

Pagi yang cerah mendadak ramai oleh kecelakaan truk pembawa minuman ringan dalam kemasan di jalur Pantura Batang-Pekalongan. Sejatinya kecelakaan membuat kemacetan di sekitar wilayah kecelakaan. Namun, Kecelakaan tersebut bukan alasan satu-satunya ramainya jalur yang ramai pengemudi.

Mengetahui yang mengalami kecelakaan adalah truk pengangkut barang, sejumlah masyarakat mengambil inisiatif mengumpulkan dan menghimpun barang-barang yang tertumpah dijalanan. Puluhan hingga ratusan boks minuman itu memenuhi jalan raya. Namun, alih-alih mengumpulkan boks tersebut bukan untuk di jejerkan agar terlihat rapi, namun beberapa tumpukan itu malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi alias menjarah.

Sebelumnya polisi sudah tiba di TKP untuk mengatur kemacetan yang terjadi akibat kecelakaan. Riuhnya masyarakat yang berbondong-bondong mengambil kesempatan dalam kesempitan membuat Kasatlantas Polres Batang, AKP Rendy Johan, geram dan memarahi yang bermaksud untuk mengambil boks minuman tersebut.

Dengan lantang dan tegas AKP Rendy memarahi setiap pengendara dan masyarakat yang sudah tertangkap tangan membawa 3-5 boks di tangan maupun di sepeda motor masing-masing pengendara. Ia menghampiri setiap orang yang terlihat di mata kepalanya tengah memegang dan menaruh boks itu dengan ucapan amarahnya.

“taruh, kembalikan ke tumpukan. Kalian ini ga punya otak ya. Ga punya hati kalian” Ucap AKP Rendy di dalam video yang di unggah akun Facebook Robi Hanson.


“Kasatlantas Polres Batang dengan tegas berusaha menghalau warga terutama ibu-ibu yang kedapatan menjarah muatan dari truk yang terguling. Tindakan ibu-ibu ini sungguh tak terpuji di saat ada musibah terguling bukannya berusaha membantu mengamankan barang muatan yang berserakan di jalan malah dengan menggunakan kendaraan terlihat dalam rekaman mengangkuti beberapa dus berisi minuman kemasan gelas yang jelas-jelas bukan haknya. Sungguh miris….peristiwa ini terjadi tadi sekira pukul 09.00 WIB di Jalur Pantura Batang-Pekalongan.”

Kira-kira itu penjelasan yang dijelaskan oleh akun Facebook tersebut.

Seperti sudah tradisi di Indonesia, terkadang musibah yang dialami supir truk malah dianggap rezeki bagi orang-orang yang melihat ada peluang yang jelas-jelas bukan miliknya. Bukannya membantu malah mengambil untung. Lebih baik lanjutkan perjalanan daripada menjadi seorang pengutil bukan?

Share this post

Post Comment