Gila! Gadis Diperkosa, Dibunuh, Serta “Anu” Ditusuk Singkong

Gila! Gadis Diperkosa, Dibunuh, Serta “Anu” Ditusuk Singkong

Beberapa waktu lalu anda mendengar kabar bahwa ada gadis yang diperkosa dan kemaluannya di masukkan cangkul. Sungguh tak berperi kemanusiaan bukan? Motif pelaku pun jelas karena korban menolak untuk melakukan hubungan intim. Pelaku pun sudah diberikan hukuman meski pihak keluarga masih belum menerima.

Namun, berbeda cerita namun sama kejinya yang terjadi di Kotabumi, Lampung. Siswi SMK Muhammadiyah Kotabumi berinisial FL (17) mengalami hal yang buruk oleh 3 orang bejat. sudah di siksa, di rampok, perkosa, bahkan kemaluannya pun di tusuk dengan batang singkong.
Gadis Diperkosa, Dibunuh, Serta "Anu" Ditusuk Singkong
Perbuatan keji ini dilakukan oleh Dedi Wijaya (28) warga pasar pagi kotabumi, Budiyono (24) dan Ari Purnomo (29) warga Sindang Sari Kotabumi. Namun, sehari setelah penangkapan Dedi Wijaya tewas setelah diamankan.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan pihak kepolisian, terlihat jelas bagaimana penganiayaan yang dilakukan tiga sekawan ini terhadap FL. Pada Rekonstruksi digelar sebanyak 36 adegan, dan dikarenakan pelaku Dedi sudah meninggal peran digantikan oleh salah seorang pedagang yang biasa mangkal di Mapolres Lampura. Awalnya sang trio keji ini secara sengaja mengikuti korban untuk mengambil handphone dan uang korban.

Saat sudah di tepi sungai, pelaku yang berjumlah tiga orang langsung menjalankan aksinya. Awalnya tersangka Ari memukul korban hingga jatuh, di ikuti oleh Dedi dan Budiyono dengan membabi buta memukuli korban. Merasa korban tak berdaya dan sudah setengah sadar para tersangka mengambil handphone dan uang korban.

Tak puas hanya itu, mereka bertiga pun berniat untuk memperkosa korban bergiliran, dimulai dari Dedi dan disusul oleh Budiyono dan Ari. Bahkan secara tega Dedi dengan kejamnya memasukkan batang singkong ke dalam kemaluan korban. Lanjut Dedi dan Ari kembali memukuli korban hingga meninggal. Setelah itu korban mengenakan kembali pakaian korban.

Adegan dilanjut dengan membuang korban ke sungai agar tak diketahui orang banyak.

Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin bersama Kasi Pidum Kejari Kotabumi Indra Gunawan menyaksikan secara langsung reka adegan yang dilakukan kawanan rampok yang keji ini. Para tersangka pun mendapat pengawalan ketat dari aparat setempat.

Lokasi sebetulnya tidak dilakukan di tempat kejadian perkara atau TKP karena menurut AKP Supriyanto Husin mewakili Kapolres Lampura AKBP Dedi Supriadi untuk mengalihkan para keluarga dan warga yang geram atas perbuatan tersangka.

“Rekonstruksi kasus ini untuk memperjelas peran masing-masing tersangka” Jelasnya.

Sebagai informasi FL adalah warga LK III, Kelurahan Sindang Sari, Kotabumi diketemukan tidak bernyawa tengah mengapung di sungai Batanghari Dusun Ulak Durian, Desa Banjar Agung, sekitar pukul 11:00 WIB (9/5).

Tak memakan waktu yang lama, Polres setempat berhasil membekuk tiga tersangka pada pukul 15:00 WIB. Dan ketiganya mengakui bahwa telah memperkosa dan membunuh FL.

Share this post

Post Comment