Mau Lihat Pria Beristri 12, Anak 52, Cucu 218 dan Cicit 3?

Mau Lihat Pria Beristri 12, Anak 52, Cucu 218 dan Cicit 3?

Mau Lihat Pria Beristri 12, Anak 52, Cucu 218 dan Cicit 3 – Pernah membayangkan bagaimana rasanya mempunyai istri lebih dari satu? Betul, untuk masalah seksual dan cinta pasti anda akan merasa seperti penguasa dunia dan serasa seperti di surga. Namun tak semudah itu mempunyai “pasukan” yang berjumlah lebih dari satu. Jangankan memiliki banyak istri, memikirkan tentang bagaimana memberi makan anak istri, menyekolahkan anak-anak, dan beberapa pertimbangan lainnya. Belum lagi urusan “itu” yang harus digilir.
Mau Lihat Pria Beristri 12, Anak 52, Cucu 218 dan Cicit 3
Matheus Deta Raya, adalah pria berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur. Diketahui ia memiliki 12 istri yang kesemuanya rukun satu sama lainnya. Matheus, yang merupakan Kepala Desa di Desa Waiha, Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya mempunyai prestasi yang boleh dibilang “sangat laki”. Ia menikahi para wanitanya berturut-turut kiranya satu sampai dua kali dalam satu tahun. Motif yang ia pakai untuk memperistri ke-12 istrinya pun bukan hanya karena hasrat “si otong”.

Matheus mengaku tak terlalu berniat untuk berpoligami, semua terjadi karena dasar cinta, menolong keluarga yang susah dan serta menambah tenaga kerja untuk dipekerjakan di kebun-kebun miliknya. Matheus mempunyai trik sendiri untuk menafkahi masing-masing istri dan anak-anaknya. Dengan kerja kerasnya, ia berhasil memberikan masing-masing istrinya sebuah petak tanah dan ternak yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Setiap istrinya di haruskan menggarap sebidang tanah serta ternak tersebut untuk dijadikan uang dan makanan. Tentunya di bantu oleh masing-masing anak dan Matheus itu sendiri.

Terbukti, sampai saat ini, ke-12 istrinya tersebut tak pernah berebut harta. Setiap hari Matheus menyambangi perkebunan dan ternak istri-istrinya itu.

Sebagai salah satu aparatur negara, ia pun menjalankan kewajibannya itu dengan sangat baik. setiap pagi sekitar pukul 05:00 pagi ia berkeliling desa yang ia pimpin untuk mengamati yang terjadi dengan berjalan kaki. Sekiranya pukul 07:00, Matheus kembali ke rumah dan langsung mengolah tanah yang ia miliki dan diwarisi ke anak istrinya.

Lalu, gajinya itu sebagai kepada desa ia simpan sendiri untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu ada kondisi mendesak. Seperti ada salah satu anak atau istrinya yang sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Lalu bagaimana dengan kehidupan “suami istri” antara ia dengan istri-istrinya? Matheus mempunyai jadwal sendiri untuk “digilir”. Menurut informasi yang di dapat bikininews.info, Matheus menikah pada usia 20 tahun dengan istri pertamanya Maria Wonda Ngura. Selanjutnya, ia menikah berturut turut dengan istrinya sekiranya setahun 1 sampai 2 kali.

Dengan susunan Ribka Ra Borak, Tiala Loghe, Maria Muda Ngila, Dorkas Kali Ghoba, Loghe Rehi, Pati Kaka, Boro Muda, Boro Gheda, Maria Wora Pati, Maria Wonda Mete, dan Yusnita Dadi Mema. Bahkan diantara nama-nama diatas, ada yang bersaudara, yaitu istri ke 2 dan ke 6, dan juga ke 4, 5 dan ke 7. Namun dari ke 12 istrinya tersebut, 4 diantaranya sudah meninggal.

Tak ada rasa cemburu ditimbulkan dari ke 12 istrinya. Karena dari kesemua istrinya, Matheus membayar lunas belis atau mahar ketika mempersunting ke semuanya walaupun di bantu oleh istri tertuanya.

Nah, untuk kehidupan ranjangnya, Matheus yang mempunyai jadwal khusus bagi istri-istrinya yang cukup ketat. Jadi, Matheus memilih mempunyai kamar pribadinya dan sang istri-istri mematuhi jadwal yang telah ditentukan untuk bergiliran masuk ke kamar sang suami. Lalu obat apa yang dipakai hingga ia mampu memiliki stamina yang baik? Ia menjawab dengan santai, “Tak ada obat spesial yang saya miliki. Hanya berjalan kaki di pagi hari, mandi air dingin setelahnya dan cukup makanan bergizi setiap hari.”

Di hari tuanya, pria kelahiran Wainyapu 5 Mei 1945 memilih istri ke-12 nya untuk menemani sisa hidupnya. Tapi hal itu tak menutup kemungkinan istri lainnya untuk singgah di kediaman Yusnita dan berkumpul bersama suami dan sesama istri lainnya. Bahkan anak-anak mereka pun betah dan menjadikan rumah Yusnita seperti asrama penampungan anak-anak. Berkumpul bersama, “nyirih”, bercanda dan kegiatan lainnya dilakukan tanpa ada keributan yang berarti.

Menurut kesaksian para istri, Matheus adalah pribadi yang sangat romantis. Semua istrinya mengaku Matheus adalah pria yang gagah dan tampan, terutama saat memakai kalambo sebuah pakaian beradat dengan selempang dan ikat kepala.

Ia pun mempunyai trik tersendiri untuk menyatakan rasa cintanya ke istri-istrinya. Ada waktu saat ia hanya memiliki 12 batang tembakau dan sirih pinang. Ia hendak memberikan yang kebetulan ada 3 istri yang sedang kumpul bersama. Artinya apabila diberikan secara adil masing-masing istri mendapatkan 4 buah batang tembakau.

Caranya sungguh diluar dugaan, ia menyambangi satu persatu istrinya dan secara sembunyi-sembunyi memberikan 4 buah batang sambil menyarankan agar merahasiakan kejadian tersebut ke istri yang lain seraya berucap “karena aku cinta kau, maka kuberi kau sirih pinah ini. jangan beritahu yang lainnya tentang ini. Dan hal yang serupa pun dilakukan kepada ke istri ke 2 dan ke 3 yang kebetulan ada di sana.

Kisah sepele ini membuat sang istri merasa di istimewakan dan berbunga-bunga dibuatnya karena di anggap dialah yang paling di istimewakan dibanding yang lainnya. Padahal Matheus mencintai istrinya tanpa pilih kasih dan membeda-bedakan.

Diantara ke 52 anaknya, Matheus sangat mementingkan pendidikan buah hatinya. Walaupun memang tak ada satupun dari mereka yang sudah mendapatkan gelar Sarjana, setidaknya kesemuanya tak buta huruf dan memiliki pendidikan yang cukup. Daniel Anaote anak dari istri pertamanya sebetulnya pernah merasakan bangku kuliah di Kupang, Nusa Tenggara Timur namun sayang di tengah jalan terhenti.

Namun Matheus mendukung penuh keputusan anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah sampai ke jenjang berikutnya. Karena pria tamatan SMP ini ingin ke semua anaknya memiliki pendidikan yang tinggi. Ia ingin anak-anaknya melebihi prestasi yang ia raih. Karena walau hanya sebatas tamatan SMP, Matheus selalu menjadi kepala desa selama bertahun-tahun.

Bagaimana? Apakah Matheus dapat menjadikan anda sebagai inspirasi sebagai seorang yang berpoligami?

Share this post

Post Comment