Apa Alasan Bapak ini Bertelanjang Dada Saat Berbelanja?

Apa Alasan Bapak ini Bertelanjang Dada Saat Berbelanja?

Di pusat perbelanjaan, biasanya masyarakat berlomba-lomba untuk membeli pakaian yang bagus dan baik untuk dirinya serta keluarga. Untuk masuk ke dalam mall, para pengunjung menggunakan pakaian yang bagus serta mahal. Berbagai jenis pakaian yang bagus dan mahal digunakan saat memasuki mall terutama yang berlabel high class. Tujuan beberapa dari mereka pun untuk membeli fashion terbaru yang harganya selangit.
Bapak ini Bertelanjang Dada Saat Berbelanja
Namun bagi bapak ini bertelanjang dada saat berbelanja bukanlah alasan untuk ia malu ataupun menjadi minder. Ia terlihat tengah memilah dan memilih bersama anak kecil berkelamin perempuan. Orang yang berada di dalam tempat perbelanjaan di Semarang, Jawa Tengah itupun mengira bahwa bapak ini sebagai orang gila. Sempat menjadi pembicaraan bagi para karyawan yang kebetulan melihatnya dan ingin melaporkannya ke petugas keamanan.

Alasan bapak ini bertelanjang dada saat berbelanja

Beberapa karyawan di sana mengungkapkan “hehh itu orang gilaa kok bisa masuk sih”. Sebelum datang petugas keamanan, seorang pengguna facebook dengan nama akun mas Lis menghampirinya dan menceritakan melalui akunnya. Ia pun menanyakan tentang kejanggalan yang dilakukan bapak bertelanjang dada saat berbelanja tersebut. Jawabannya sangat mengiris hati. Ia mengaku melepas kemeja yang ia gunakan agar anaknya yang hanya menggunakan kaus dalam merasa hangat saat menggunakan baju bapaknya. Saat di dalam mall, sang anak mengeluh kedinginan terkena ac yang mengenai tubuhnya.
Bapak ini Bertelanjang Dada Saat Berbelanja

Janji sederhana namun mengena

Obrolan berlanjut tentang janji yang ia berikan kepada buah hatinya. Janjinya tergolong sederhana, yaitu mengajak anaknya ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju yang dianggapnya sebagai suatu yang mewah. “Alhamdulillah cita cita saya terkabul pak, bahwa kalau ada rezeki saya akan belikan satu pakaian saja di tempat mewah ber-ac seperti ini pak”.

Kiriman yang dikirim mas Lis pun banyak mendapat simpati untuk sang bapak. Mereka merasa perlindungan yang dia lakukan sungguh sangat terpuji dan patut diacungi jempol.

“Super bapak, semoga selalu dikasih kesehatan dan dilancarkan rezekinya” “Nggak bisa ngga nangis aku”. Beberapa tulisan yang menaruh simpati kepada bapak ini.

Ini baru sosok bapak yang sebenarnya tak seperti bapak yang membela anaknya namun salah mengartikan sebagai “kasih sayang” seperti pada kasus pemukulan orang tua murid ke seorang guru di Sulawesi. Setuju?

Share this post

Post Comment