Nah Lho, 2 Tempat Judi di Gerebek Polisi

Nah Lho, 2 Tempat Judi di Gerebek Polisi

Bukan hanya 1 tempat judi yang berhasil di gerebek Bareskrim Polri. 2 pusat judi di Dumai, Riau, berhasil di gerebek dan menyita semua yang ada di tempat tersebut. Ternyata judi yang berkedok permainan anak-anak itu sudah beroperasi selama kurang lebih 3 tahun. Di sana menyediakan permainan ding-dong, pancing ikan dan jenis permainan anak-anak lainnya.
2 Tempat Judi di Gerebek Polisi

Sekilas tak ada yang mencurigakan apabila anda tak mengetahui seluk beluk yang tersedia disini. Namun yang menjadikannya sebuah judi adalah hadiahnya yang berupa uang asli. Di sana terpampang berbagai macam hadiah yang bertujuan untuk mengelabui para masyarakat awam. Penggerebekan ini pun terkuak setelah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar yang mengendus akan adanya tindakan perjudian yang berkedok.

Lokasi penggerebekan yang pertama adalah Star Zone yang terletak di Jalan Budi Kemuliaan, Dumai. Sekitar 7 orang dengan tugasnya masing-masing telah diamankan beserta barang bukti berupa 45 mesin permainan, 76 lembar voucher dan uang sebesar Rp. 33.731.000.

Lalu tempat perjudian kedua yang berhasil digerebek adalah Lucky Zone di jalan Jasanuddin, Dumai. Disini 9 orang tersangka berhasil diringkus dan menyita barang bukti berupa 285 lembar voucher, 12 mesin, dan uang sebanyak Rp. 26.955.000.
2 Tempat Judi di Gerebek Polisi
Total tersangka keseluruhan adalah 16 orang yang mempunyai tugasnya masing-masing. Ada yang penukar koin, wasit dan dua orang pemilik berhasil diringkus. Pasal 303 KUHP pun telah menunggu mereka dengan ancaman penjara hingga 10 tahun.

Penggerebekan ini sebetulnya bagus untuk memberikan efek bahwa di negara kita Indonesia ini mengharamkan segala jenis perjudian. Baik itu secara terang-terangan ataupun secara tertutup. Tanpa diketahui pun perjudian kelas teri pun sudah terjadi di kalangan anak remaja seperti judi bola tentang event yang sedang berlangsung atau segala jenis judi yang memang dilarang di negara Indonesia.

Namun yang lebih harus diperhatikan lagi adalah para koruptor yang sudah jelas-jelas merugikan tak hanya masyarakat pada umumnya terlebih bagi masyarakat kalangan bawah. Bahkan untuk mereka yang sudah tertangkap masih dapat berdalih dengan segala macam cara. Untuk yang sudah tertangkap pun masih mendapatkan fasilitas layaknya di rumah sendiri.

Share this post

Post Comment